Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berdasarkan pernyataan tersebut yang tergolong kebijakan untuk mengatasi inflasi ditunjukkan pada nomor

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
2) Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga bank dari 7% menjadi 12%.
3) Pemerintah pusat menetapkan kebijakan penghematan BBM untuk mengatasi keterbatasan sumber daya.
4) Bank Indonesia menjual surat berharga untuk mengendalikan laju inflasi.

1) Pemerintah menurunkan pajak penghasilan badan usaha dari 28% menjadi 25% untuk meningkatkan kapasitas produksi.


Berdasarkan pernyataan tersebut yang tergolong kebijakan untuk mengatasi inflasi ditunjukkan pada nomor ….

A. 1) dan 2).
B. 1) dan 3).
C. 2) dan 3).
D. 2) dan 4).
E. 3) dan 4).

Jawaban

D. 2) dan 4).

Pembahasan

D. 2) dan 4). Kebijakan untuk mengatasi inflasi adalah kebijakan yang bertujuan untuk menurunkan permintaan agregat atau menaikkan penawaran agregat, sehingga harga-harga umum cenderung stabil atau turun. Kebijakan tersebut dapat berupa kebijakan moneter atau kebijakan fiskal.

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga. Kebijakan moneter dapat bersifat kontraktif atau ekspansif. Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang bertujuan untuk menurunkan jumlah uang beredar dan menaikkan tingkat suku bunga, sehingga permintaan agregat menurun dan inflasi dapat ditekan. Kebijakan moneter kontraktif dapat dilakukan dengan cara menjual surat berharga, menaikkan tingkat suku bunga bank, menaikkan giro wajib minimum, atau menaikkan cadangan devisa. Kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan yang bertujuan untuk menaikkan jumlah uang beredar dan menurunkan tingkat suku bunga, sehingga permintaan agregat meningkat dan deflasi dapat diatasi. Kebijakan moneter ekspansif dapat dilakukan dengan cara membeli surat berharga, menurunkan tingkat suku bunga bank, menurunkan giro wajib minimum, atau menurunkan cadangan devisa.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatur pengeluaran dan penerimaan negara. Kebijakan fiskal dapat bersifat kontraktif atau ekspansif. Kebijakan fiskal kontraktif adalah kebijakan yang bertujuan untuk menurunkan pengeluaran negara dan/atau menaikkan penerimaan negara, sehingga defisit anggaran menurun dan permintaan agregat menurun. Kebijakan fiskal kontraktif dapat dilakukan dengan cara menurunkan belanja negara, menaikkan pajak, atau menurunkan subsidi. Kebijakan fiskal ekspansif adalah kebijakan yang bertujuan untuk menaikkan pengeluaran negara dan/atau menurunkan penerimaan negara, sehingga defisit anggaran meningkat dan permintaan agregat meningkat. Kebijakan fiskal ekspansif dapat dilakukan dengan cara menaikkan belanja negara, menurunkan pajak, atau menaikkan subsidi.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pernyataan nomor 2) dan 4) merupakan contoh kebijakan moneter kontraktif yang dapat digunakan untuk mengatasi inflasi. Pernyataan nomor 1) merupakan contoh kebijakan fiskal ekspansif yang dapat digunakan untuk mengatasi deflasi. Pernyataan nomor 3) merupakan contoh kebijakan non-moneter dan non-fiskal yang dapat digunakan untuk mengatasi kelangkaan sumber daya, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap inflasi.

Post a Comment for "Berdasarkan pernyataan tersebut yang tergolong kebijakan untuk mengatasi inflasi ditunjukkan pada nomor"